Memagangkan Anak Gedhe (mahasiswa)

Judulnya memang belum untuk diaplikasikan buat aliva (8y) apalagi buat hisyam (4y), tapi ga ada yg namanya sia-sia untuk belajar.. kali ini ilmu untuk para ortu agar memahami penting nya mempersiapkan anak-anak agar jika tiba masanya dia akan PD untuk magang. 🙂

—<@ ~ @>—

“Bu Din, anak sy kuliahnya libur 1 bln bagaimana menyuruh dia magang?”

“Bu Din, anak sy libur kuliah. Saya tawarin magang nggak mau pdhl sdh ada tempat magangnya, gimana itu ya?”

“Bu Din, dulu waktu msh SD & SMP anak sy sdh pernah magang malah bisa bikin laporan ilmiah. Mengapa skrg jd mhs tdk mau magang lagi?”

dll…

——–
Trm ksh yg sdh inbox, saya jawab secara umum disini. Tanpa berniat sok tahu, sy hanya membagi pengalaman pribadi.

Pertanyaan diatas menggambarkan bagaimana pentingnya membuat landasan brain memories dan muscle memories sejak dini untuk urusan magang, sehingga anak memiliki ‘darah magang’. Brain memory & muscle memory (sy ambil dari istilah Prof Rhenald Kasali di buku Myelin). Psikolog terkenal Ibu Elly Risman, menjelaskan dua tugas penting ortu: menumbuhkan kebiasaan dan menciptakan kenangan manis. Magang bisa jadi media seru untuk hal tsb.

Dikaitkan dg urusan magang, menumbuhkan kebiasaan magang, menciptakan kenangan manis magang sebaiknya diawali di usia 10th dg tahapan yg menyenangkan, target yg realistis sesuai usia.
Kalau kita pandai menyimpan energi kegembiraan, kesukacitaan magangnya anak2, maka di usia mahasiswa akan menjadi sosok dewasa berdarah magang. Tanpa disuruh, otomatis. Kita hanya perlu support sedikit tak perlu beradu argument. He needs something new… sesuatu yg baru baik skills maupun knowledge, dan dia tahu aktivitas yg menyenangkan untuk mendapatkan hal itu lewat magang.

Teman2 yg sudah mengikuti workshop Magang ala ABhome tentu sudah memahami target magang sesuai tahapan usia sbb:
Usia 10-11: fokus pada adab/etika
Usia 12-13: fokus pada adab dan keberminatan&bakat
Usia 14-15: fokus pada bbrp bidang saja untuk deteksi awal karir
Usia 16-17: fokus pada skill & knowledge baru (Talents Based Project)
Usia 18th dst: fokus pada skill & knowledge Talents Based Project menajamkan peran spesifik

Ikutin saja tahapan target itu, sederhana saja jangan muluk2 tak sabar lalu meloncat ala akselerasi, simpanlah energi kegembiraan itu, jangan diburu untuk keren dg tugas/laporan yg berat.
Bagi yg sdh ‘terlanjur’ anaknya gedhe, yg bny diperlukan adalah diskusi dari hati ke hati, rapatkan sesi magangnya dg target awal tetap: belajar adab berada di lingkungan baru, baru bergerak ke skil dan knowledge.

Jika buru2 mengejar skil dan knowledge melewatkan urusan adab siap2lah terima keluhan anak tidak menikmati krn kurang terlatih beradaptasi, ditambah keluhan pemilik magang dimana peserta magang yg sdh mhs tsb tdk komunikatif, kurang kreatif, atau bahkan tdk mandiri.

———-

Saya : “hallo Dio, sedang ngapain magang Manajemen Logistics nya?”

Dio : “banyak hal baru yg kupelajari, luas juga bidang logistics itu. Bny yg bisa dikaitkan dg mata kuliahku. Pekan depan aku mau ke bagian mine control, sptnya itu hal baru yg seru sekali”

Saya : “Are you happy?”

Dio : “tentu dong, kan bergaji”

Hallahhh😂😂😂

……betul kata pak Setyo Budi, magang itu penyelamat anak jaman now dari kegabutan

Sumber:
FB: Diena Syarifa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s